Beberapa hari yang lalu, dapet curhatan dari teman-teman. Kaget banget karena kehidupan teman-teman yang kupikir baik-baik saja, bahkan cenderung berkecukupan, ternyata punya banyak masalah!!! Pdahak, kukira, cuma rumah tangga-ku saja yang punya banyak masalah. Pepatah yang berbunyi : 'Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri' sepertinya harus di-update lagi. Mungkin jadi 'Rumput tetangga, kelihatannya sih lebih hijau, padahal nggak gitu juga deh...
Rumah tanggaku sendiri ya gak luput juga dari masalah. Dibilang kecil, tapi kadang bikin aku dan suamiku gak bisa tidur nyenyak juga. Tapi kalau dibilang besar, kok ternyata ada juga keluarga yang masalahnya jauh lebih besar daripada masalah keluargaku.
Dua hari ini, aku jadi banyak merenung. Yah... Intinya manusia gak luput dari masalah. Sepertinya malah, masalah yang dihadapi manusia justru malah me-manusia-kan manusia itu sendiri. Aku sih have faith kalau Tuhan menciptakan setiap manusia secara unik, lengkap dengan keunikan masalahnya masing-masing. Walau begitu, Tuhan yang maha pengasih itu gak akan nmembiarkan kita berjuang sendirian. Tuhan pasti sudah membekali setiap ciptaannya dengan senjata-senjata unik selalu siap dipakai setiap masalah ieng-iseng say hello.
Untuk teman-teman semua, mungkin cerita ini bisa menguatkan. Aku suka banget cerita ini. Aku baca cerita ini di sebuah majalah dinding komunitas Budha waktu nganterin papaku sembahyang ke vihara. Aku juga pernah pakai cerita ini untuk konseling salah satu orangtua klienku. Semoga teman-teman juga dapat pencerahan dari cerita ini.
Orang-orang Jepang terkenal karena kegemaran mereka makan ikan laut yang segar. Para nelayan Jepang, bisa berlayar berbulan-bulan lamanya untuk mendapatkan ikan-ikan segar di tengah laut. Mereka membuat sebuah bak penampungan besar di dalam kapal laut untuk menampung ikan-ikan hasil tangkapan mereka itu. Berbulan-bulan lamanya, ikan-ikan itu berenang dengan tentram di dalam bak penampungan. Ketika kapal berlabuh, baru ikan segar tersebut dijual di pasar. Sayangnya, para pembeli kurang suka dengan rasa ikan tangkapan ini. Menurut mereka, ikan tangkapan kali ini rasanya kurang gurih. Para nelayan kemudian mencari cara agar dapat membuat ikan hasil tangkapan itu tetap segar dan gurih sesampainya di darat. Mereka kemudian menaruh seekor bayi hiu di dalam bak penampungan. Sekarang, ikan-ikan tangkapan harus mempertahankan hidup mereka dari serangan si bayi hiu. Setiap hari mereka harus berjuang melawan si bayi hiu. Hasil tangkapan memang sedikit berkurang, tapi para pembeli mengatakan bahwa ikan-ikan itu sekarang rasanya sangat gurih dan enak!
Just a tought...
Ora et labora - Berdoa dan bekerja/berusaha.
Rabu, 23 November 2011
Jumat, 11 November 2011
Lain dulu lain sekarang
Dulu
Kalau nyebrang, pasti pacarku memilih berada di arah datangnya kendaraan.
Kalau jalan, pasti pacarku membiarkanku berjalan di sisi dalam.
Kalau ada event tertentu, pacarku pasti memberikan bunga mawar, bunga kesukaanku.
Kalau jalan bareng, pasti pacarku menggandeng tanganku.
Sekarang
Kalau nyebrang, mantan pacarku yang sekarang udah jadi suami gak peduli kalau aku berada di arah datangnya kendaraan.
Kalau jalan, suamiku gak peduli kalau aku berjalan di sisi luar.
Waktu kemarin ke Lembang, ditawarin mawar yang cantik banget sama penjual kembang, suamiku menggeleng. Pas aku minta dibeliin, dia bilang, "Buat apaan???"
Kalau jalan bareng, suamiku gandeng Oscar atau main kejar-kejaran sama Oscar *tepok jidat berulang-ulang
Hhhhh....
Memang semuanya berubah sejak sudah menikah. Tapi aku yakin, satu hal yang tidak pernah berubah. C-I-N-T-A
Setiap kali suami-ku pulang larut malam karena harus menemui klien, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku dengan sabar mendengarkan semua ide-ide untuk naskah baruku, walau gak pernah sekali pun membaca novel2ku, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku mempromosikan aku sebagai penulis novel, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku memesan novel2ku dalam jumlah banyak dan membagi2kannya untuk semua kliennya, saat itulah aku merasaka cintanya...
Setiap kali suami-ku mengurus Oscar dan membiarkanku menonton film favorit-ku di TV, saat itulah aku merasakan cintanya....
Setiap kali suami-ku dengan sabar menungguku di depan pasar saat aku belanja, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku menemaniku menonton infotainment (walau sambil mendumel, 'Ngapain sih nonton beginian), saat itulah aku merasakan cintanya....
Setiap kali suami-ku menemaniku menonton DVD 'Sex and The City' sambil minta dijelaskan apa yang sebenernya terjadi dalam film itu, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku berbisik kepada Oscar, "Mama seksi yaa..", saat itulah aku merasakan cintanya...
Cinta bukan hanya mawar
Cinta bukan hanya gandengan mesra
Ccinta bukan hanya berjalan di sisi arah datang kendaraan.
Cinta adalah dukungan
Cinta adalah toleransi
Cinta adalah pujian
Cinta adalah kebersamaan
Cinta adalah pengorbanan
For those all, I love you, Ronal Octavianus, now and then, forever...
Kalau nyebrang, pasti pacarku memilih berada di arah datangnya kendaraan.
Kalau jalan, pasti pacarku membiarkanku berjalan di sisi dalam.
Kalau ada event tertentu, pacarku pasti memberikan bunga mawar, bunga kesukaanku.
Kalau jalan bareng, pasti pacarku menggandeng tanganku.
Sekarang
Kalau nyebrang, mantan pacarku yang sekarang udah jadi suami gak peduli kalau aku berada di arah datangnya kendaraan.
Kalau jalan, suamiku gak peduli kalau aku berjalan di sisi luar.
Waktu kemarin ke Lembang, ditawarin mawar yang cantik banget sama penjual kembang, suamiku menggeleng. Pas aku minta dibeliin, dia bilang, "Buat apaan???"
Kalau jalan bareng, suamiku gandeng Oscar atau main kejar-kejaran sama Oscar *tepok jidat berulang-ulang
Hhhhh....
Memang semuanya berubah sejak sudah menikah. Tapi aku yakin, satu hal yang tidak pernah berubah. C-I-N-T-A
Setiap kali suami-ku pulang larut malam karena harus menemui klien, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku dengan sabar mendengarkan semua ide-ide untuk naskah baruku, walau gak pernah sekali pun membaca novel2ku, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku mempromosikan aku sebagai penulis novel, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku memesan novel2ku dalam jumlah banyak dan membagi2kannya untuk semua kliennya, saat itulah aku merasaka cintanya...
Setiap kali suami-ku mengurus Oscar dan membiarkanku menonton film favorit-ku di TV, saat itulah aku merasakan cintanya....
Setiap kali suami-ku dengan sabar menungguku di depan pasar saat aku belanja, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku menemaniku menonton infotainment (walau sambil mendumel, 'Ngapain sih nonton beginian), saat itulah aku merasakan cintanya....
Setiap kali suami-ku menemaniku menonton DVD 'Sex and The City' sambil minta dijelaskan apa yang sebenernya terjadi dalam film itu, saat itulah aku merasakan cintanya...
Setiap kali suami-ku berbisik kepada Oscar, "Mama seksi yaa..", saat itulah aku merasakan cintanya...
Cinta bukan hanya mawar
Cinta bukan hanya gandengan mesra
Ccinta bukan hanya berjalan di sisi arah datang kendaraan.
Cinta adalah dukungan
Cinta adalah toleransi
Cinta adalah pujian
Cinta adalah kebersamaan
Cinta adalah pengorbanan
For those all, I love you, Ronal Octavianus, now and then, forever...
Sabtu, 29 Oktober 2011
Our Road of Love 291011
Juli 1997
“Liat nih, ini foto mantan Ketua Osis yang baru saja lulus.” pacarku menyodorkan yearbook-nya. Aku mengernyit memandang sosok cowok berwajah jenaka itu. Terlihat seperti bukan tipe-ku. Mataku beralih pada kata kenangan akan sekolah yang dituliskannya.
‘Satu tahun jadi ketua OSIS cukup membuat gue tau sisi gelap sekolah ini, umpamanya kalau malam …’
Iihhhh… kata kenangan yang super duper norak.
Desember 1998
Setelah putus dari pacarku selama hampir satu tahun, aku ketemu lagi sama mantan Ketua Osis dengan kata kenangan yang super duper norak itu. Hei… dia kelihatan berbeda sekarang.
20 Juni 1999
Aku dan si mantan Ketua Osis dengan kata kenangan yang super duper norak itu semakin dekat dan dekat. Siapa sangka, orangnya ternyata sangat menyenangkan. Lucu, cerdas, dan selalu bikin kangen. Hari ini, dia menanyakan kesediaanku untuk menjadi pacarnya. Well, aku masih butuh waktu untuk memulihkan hati-ku yang sakit berat selepas diputuskan pacarku yang pertama. Aku minta dia untuk menunggu…
20 Juni 2000
Si mantan Ketua Osis benar-benar menepati janjinya. Satu tahun kemudian, dia kembali menanyakan kesediaanku untuk menjadi pacarnya. Aku tidak menolak lagi. He’s the one!
29 Oktober 2006
Aku dan si mantan Ketua Osis berjanji untuk sehidup semati. Saling menyayangi, saling menjaga, saling men-support selama-lamanya.
29 Oktober 2011
Hari ini anniversary kami yang ke-lima. Happy anniversary, Sayang. Thanks for lightin up my life. Love you more than before.
Kamis, 27 Oktober 2011
Kalung Hati
Waktu kecil dulu, aku sempat punya romantic dream kalo soul mate ku nanti adalah cowok yang memberiku seuntai kalung hati. Yaahhh... Ada pengalaman di masa kecil yang membuatku punya dream seperti itu. Singkat kata, pacarku yang pertama tidak memberikan kalung hati kepadaku dan kita putus setelah jalan kurang lebih satu tahun.
Pacarku yang kedua, Ronal Octavianus (yang hari ini berulang tahun. Happy birthday, Yang), menghadiahkan kalung hati kepadaku saat ulang tahunke-17. Well, mantra kalung hati itu berlanjut karena kami sekarang telah menjadi suami-istri. Kalung itu selalu aku pakai, tidak pernah lepas dari leherku, kecuali saat harus naik bus umum atau kereta umum. Kebetulan, aksesoris yang paling aku suka itu kalung. Seksi aja rasanya melihat gadis dengan kilatan kalung di lehernya.
Pagi ini, semua berjalan normal. Yah... Tampak normal. Aku anter Oscar ke sekolah, pulang untuk masak dan kemudian menjemput Oscar ke sekolah. Aku berjalan pulan sambil bergandengan tangan dengan Oscar. Tibat-tiba ada sebuah motor yang berjalan merapat dari arah belakang. Aku baru terheran-heran kenapa motor ini berjalan begitu dekat, ketika tiba-tiba sepasang tangan menarik kalungku!!! Aku menjerit dan hanya bisa terpaku saja. Motor itu sudah berbelok dan penjambret kalungku itu sempat menoleh ke arahku. Tubuhku dingin dan seolah terpaku ke bumi. Saat merasakan kekosongan di leherku, aku menangis sejadi-jadinya. Kalung itu kalung kenanganku, kalung kesayanganku yang memiliki banyak nilai emosional yang tidak ternilai. Aku bahkan sempat berpikir untuk mewariskan kalung itu kepada Oscar atau anak perempuanku kelak. Air mataku mengalir tidak bisa henti, tapi aku juga tidak mungkin mengejar kedua penjambret itu. Yah...semuanya memang terjadi begitu cepat. Oscar bahkan tidak menyadari apa yang terjadi sampai melihat air mataku berlinang deras. Walau begitu, aku masih besyukur karena aku dan Oscar tidak sampai disakiti.
Farewell my kalung hati. Aku harap kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada. Aku yakin kamu pasti dapat membuat bahagia siapa pun pemilikmu kelak. Hope we can reunite someday...
Salah satu foto kenangan dengan kalung hati-ku. Hiks...
Pacarku yang kedua, Ronal Octavianus (yang hari ini berulang tahun. Happy birthday, Yang), menghadiahkan kalung hati kepadaku saat ulang tahunke-17. Well, mantra kalung hati itu berlanjut karena kami sekarang telah menjadi suami-istri. Kalung itu selalu aku pakai, tidak pernah lepas dari leherku, kecuali saat harus naik bus umum atau kereta umum. Kebetulan, aksesoris yang paling aku suka itu kalung. Seksi aja rasanya melihat gadis dengan kilatan kalung di lehernya.
Pagi ini, semua berjalan normal. Yah... Tampak normal. Aku anter Oscar ke sekolah, pulang untuk masak dan kemudian menjemput Oscar ke sekolah. Aku berjalan pulan sambil bergandengan tangan dengan Oscar. Tibat-tiba ada sebuah motor yang berjalan merapat dari arah belakang. Aku baru terheran-heran kenapa motor ini berjalan begitu dekat, ketika tiba-tiba sepasang tangan menarik kalungku!!! Aku menjerit dan hanya bisa terpaku saja. Motor itu sudah berbelok dan penjambret kalungku itu sempat menoleh ke arahku. Tubuhku dingin dan seolah terpaku ke bumi. Saat merasakan kekosongan di leherku, aku menangis sejadi-jadinya. Kalung itu kalung kenanganku, kalung kesayanganku yang memiliki banyak nilai emosional yang tidak ternilai. Aku bahkan sempat berpikir untuk mewariskan kalung itu kepada Oscar atau anak perempuanku kelak. Air mataku mengalir tidak bisa henti, tapi aku juga tidak mungkin mengejar kedua penjambret itu. Yah...semuanya memang terjadi begitu cepat. Oscar bahkan tidak menyadari apa yang terjadi sampai melihat air mataku berlinang deras. Walau begitu, aku masih besyukur karena aku dan Oscar tidak sampai disakiti.
Farewell my kalung hati. Aku harap kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada. Aku yakin kamu pasti dapat membuat bahagia siapa pun pemilikmu kelak. Hope we can reunite someday...
Salah satu foto kenangan dengan kalung hati-ku. Hiks...
Selasa, 25 Oktober 2011
Orang kaya...
Minggu malam, saat kami bertiga (aku, suamiku, dan Oscar) sudah berada di tempat tidur, kami bertiga terlibat pillow talk. Topiknya adalah tentang gerai jus baru yang buka di depan jalan rumah kami.
Aku : Jus yang di depan ramai juga ya. Pengin juga nih jualan jus.
Oscar : Iih... aneh, kok jualan jus sih??? (sambil tertawa terbahak-bahak. Tawa yang dibuat-buat tentunya)
Suamiku : Kenapa aneh, Nak?
Oscar : Kita kan orang kaya, ngapain harus jualan jus. Aneh? (dengan kening berkerut-kerut)
Aku : Emang orang kaya itu apa sih?
Oscar : Orang kaya kan orang yang banyak duitnya. Kita kan banyak duit, berarti kita orang kaya.
Suamiku : Terus orang kaya itu harusnya ngapain dong?
Oscar : Ya diem-diem aja. Kan udah kaya.
Moral of the story: Eventough keluarga kita belum bisa dikategorikan sebagai 'keluarga kaya', tapi kita punya Oscar yang selalu mengajarkan kita untuk bersyukur di setiap kesempatan. Good job, Son...
Aku : Jus yang di depan ramai juga ya. Pengin juga nih jualan jus.
Oscar : Iih... aneh, kok jualan jus sih??? (sambil tertawa terbahak-bahak. Tawa yang dibuat-buat tentunya)
Suamiku : Kenapa aneh, Nak?
Oscar : Kita kan orang kaya, ngapain harus jualan jus. Aneh? (dengan kening berkerut-kerut)
Aku : Emang orang kaya itu apa sih?
Oscar : Orang kaya kan orang yang banyak duitnya. Kita kan banyak duit, berarti kita orang kaya.
Suamiku : Terus orang kaya itu harusnya ngapain dong?
Oscar : Ya diem-diem aja. Kan udah kaya.
Moral of the story: Eventough keluarga kita belum bisa dikategorikan sebagai 'keluarga kaya', tapi kita punya Oscar yang selalu mengajarkan kita untuk bersyukur di setiap kesempatan. Good job, Son...
Jumat, 14 Oktober 2011
Ama dan Oscar
"Ren, anakmu itu bikin mama pusing aja!" kata Mamaku suatu sore.
"Memangnya kenapa, Ma?" tanyaku penasaran.
Mama kemudian menceritakan kejadian yang terjadi saat aku sedang tidak di rumah. Saat itu, Oscar memasukkan kakinya ke kolong sofa. Mamaku melarang Oscar memasukkan kakinya. Maklum, Oscar rentan sekali terhadap gigitan nyamuk, sedangkan kolong sofa itu tempat yang paling oke bagi nyamuk untuk bersembunyi.
Ama: Oscar, kakinya jangan masukkin ke kolong sofa. Banyak nyamuk tau! Nyamuknya hitam-hitam lagi. Tadi abis gigit orang Afrika, jadi nyamuknya ketularan hitam.
Oscar: (dahi berkerut-kerut, mata melirik ke kanan atas - gayanya kalo lagi mikir serius) Ama ni aneh banget! Nyamuk di mana-mana ya warnanya hitam. Mana ada nyamuk yang putih???
Ama: (speechless tapi gak mau kalah). Ada, kalau nyamuknya gigit orang Tionghoa pasti jadi putih.
Oscar: (nyeletuk dengan tenang). Nggak ada nyamuk yang warnanya putih, Ama,
Ama: (akhirnya mengalah)
Moral of the story: Jangan pernah bohongin anak kecil dengan cerita yang nggak masuk akal, terutama kalau anaknya itu punya word smart jauh di atas rata-rata XD
"Memangnya kenapa, Ma?" tanyaku penasaran.
Mama kemudian menceritakan kejadian yang terjadi saat aku sedang tidak di rumah. Saat itu, Oscar memasukkan kakinya ke kolong sofa. Mamaku melarang Oscar memasukkan kakinya. Maklum, Oscar rentan sekali terhadap gigitan nyamuk, sedangkan kolong sofa itu tempat yang paling oke bagi nyamuk untuk bersembunyi.
Ama: Oscar, kakinya jangan masukkin ke kolong sofa. Banyak nyamuk tau! Nyamuknya hitam-hitam lagi. Tadi abis gigit orang Afrika, jadi nyamuknya ketularan hitam.
Oscar: (dahi berkerut-kerut, mata melirik ke kanan atas - gayanya kalo lagi mikir serius) Ama ni aneh banget! Nyamuk di mana-mana ya warnanya hitam. Mana ada nyamuk yang putih???
Ama: (speechless tapi gak mau kalah). Ada, kalau nyamuknya gigit orang Tionghoa pasti jadi putih.
Oscar: (nyeletuk dengan tenang). Nggak ada nyamuk yang warnanya putih, Ama,
Ama: (akhirnya mengalah)
Moral of the story: Jangan pernah bohongin anak kecil dengan cerita yang nggak masuk akal, terutama kalau anaknya itu punya word smart jauh di atas rata-rata XD
Minggu, 09 Oktober 2011
Belajar jam...
Oscar : (sambil melihat ke arah jam) Wah sudah jam 1 kurang 10 nih.
Iren : (Ikutan melihat jam juga dan terkejut) Bener loh... (Penasaran lalu mengambil papan tulis dan
menggambar jam). Kalau ini jam berapa. nak? (menggambar jarum pendek di dekat satu dan jarum panjang di delapan)
Oscar : (dengan suara yang super duper yakin) Jam 1 kurang delapan.
Iren : (ketawa ngakak)
Iren : (Ikutan melihat jam juga dan terkejut) Bener loh... (Penasaran lalu mengambil papan tulis dan
menggambar jam). Kalau ini jam berapa. nak? (menggambar jarum pendek di dekat satu dan jarum panjang di delapan)
Oscar : (dengan suara yang super duper yakin) Jam 1 kurang delapan.
Iren : (ketawa ngakak)
Langganan:
Postingan (Atom)





